Selasa, 22 Maret 2016

Persib Ditahan Imbang Mitra Kukar - Piala Bhayangkara 2016

Catatan DeHa
Persib Ditahan Imbang oleh Mitra Kukar  1 - 1 pada pertandingan pertama dan juga sebagai pembuakaan Piala Bhayangkara 2016

PERSIB Raih Kemenangan Melawan PBFC di Turnamen Piala Bhayangkara 2016

DeHa
Maung Bandung akhirnya sukses meraih 3 poin perdana di Piala Bhayangkara setelah menaklukan Pusamania Borneo FC dengan skor 1-0. Susah payah membongkar pertahanan sang lawan, aksi individu Samsul Arif lah yang menjawab penantian bobotoh selama 73 menit laga berjalan. Hasil positif itu pun disyukuri oleh asisten pelatih Persib, Herrie Setiawan karena kondisi tim memang sedang tertekan. Ditambah masih menepinya pelatih kepala, Dejan Antonic ke Hongkong.

Dari mana dan digunakan untuk apa ?


● Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat ?.. Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..
● Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan ?.. Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..
● Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian ?.. Ternyata ia begitu menikmati badai ujian dlm kehidupannya..
● Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna ?.. Ternyata ia hanya berbahagia "menjadi apa adanya"..
● Aku melihat hidup tetanggaku beruntung ?.. Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..
● Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain..
Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku.. Tapi rejekiku tahu dimana diriku..
● Dari lautan biru, bumi dan gunung, Tuhan telah memerintahkannya menuju kepadaku...
● Tuhan yang Maha pengasih menjamin rejekiku, sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..
● Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja.. Karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya..
● Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..
● Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..
● Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..
● Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh berkat sekehendak-Nya..
Ikhtiar itu perbuatan..
Rejeki itu kejutan..
● Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak..
"Darimana dan digunakan untuk apa" Karena rejeki hanyalah "Hak Pakai", bukan "Hak Milik"... ...

BANGKIT DARI KEBANGKRUTAN DENGAN SEDEKAH


Catatan DeHa - Kisah keajaiban sedekah kali ini akan menceritakan cerita yang menginspirasi, yaitu bangkit dari bangkrut. Sebelumnya mari kita simak sebuah hadits riwayat Muslim berikut ini:
“Sebaik-baik sedekah adalah sedekah dari orang yang harta bendanya sedikit.” (HR. Muslim)
Ada sahabat yang mengasumsikannya menjadi lebih ekstrim. Sedekah terbaik adalah pada saat kamu habis-habisan, begitulah ujarnya... Namun, habis-habisan bagi dia adalah bangkrut sebangkrut-bangkrutnya dalam hal apapun. Bangkrut yang dimaksud disini bisa diartikan sedang terkena musibah, usaha yang dibangun hancur lebur, menderita sakit berat, ditipu orang, menghadapi masalah berat dan lain-lain.
Ada sebuah kisah keajaiban sedekah yang dirasakan sahabat. Sebut saja namanya Timbul. Timbul adalah seorang pengusaha properti yang sukses, pemilik usaha cuci mobil, seorang pewaralaba toko retail terkenal, seorang pembicara seminar wirausaha dan seorang motivator.
Mulai tahun 2003 hingga tahun 2005 perkembangan usahanya sangatlah pesat. Bahkan terhitung luar biasa. Hingga pada akhirnya Timbur tergiur untuk ekspansi usahanya menjadi lebih besar dari yang ada saat ini dan memutuskan untuk bekerjasama dengan partner barunya.
Dalam perjalanan bisnisnya, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Mitra kerjanya mengkhianati dan menipu Timbul. Sehingga usahanya yang lain ikut hancur-hancuran. Asset yang dia bangun bertahun-tahun habis, bahkan meninggalkan hutang hingga minus 5 milyar. Timbul harus menanggung beban hutang di bank yang digunakan untuk menambah modal usaha di awal-awal merintis dulu.
Nah, disinilah awal dari kisah keajaiban sedekah yang dia alami. Dalam kondisi bangkrut dan habis-habisan Timbul tetap berpikir positif, tidak menyendiri dan punya semangat untuk bangkit sangat besar.
Timbul lalu mencari referensi cara mengatasi kebangkrutannya dalam kondisi habis-habisan saat itu. Timbul melakukan langkah-langkah seperti ini:
Mohon maaf kepada Allah dan orang tua dengan rendah hati atas semua kesalahan, kelalaian dan kesombongannya saat berada diatas. Bahkan bersimpuh di kaki orang tua pada saat minta maafpun dilakukannya. Silaturahmi ke sahabat-sahabat yang dia ingat, khususnya yang pernah disakitinya.

Minta maaf, minta motivasi dan minta saran solusi dari kebangkrutan. Temannya merekomendasikan untuk sedekah brutal, merutinkan shalat dhuha dan tahajud.
Timbul melakukan aksi gila yaitu sedekah brutal. Menyedekahkan semua asset yang ada kecuali yang untuk bertahan hidup dan untuk keperluan sehari-hari menafkahi anak istri.
Merutinkan shalat dhuha 4 rakaat, 2 rakaat tiap kali salam. Juga merutinkan shalat tahajud di sepertiga malam yang akhir (dini hari).
Dengan semangat yang luar biasa dan sabar, perlahan Allah mulai mengabulkannya. Hanya dalam waktu tiga tahun Timbul sudah bisa menyelesaikan bebannya. Mulai tahun keempat Timbul sudah mulai surplus dan tahun berikutnya surplus bermilyar-milyar. Itulah kisah keajaiban sedekah yang dirasakan Timbul.
Belajar dari pengalaman tersebut, Timbul selalu berusaha untuk merutinkan sedekah, shalat dhuha dan shalat tahajud. Tentunya tidak lupa selalu berdoa. Bagaimana sahabat? Sungguh luar biasa kisah keajaiban sedekah diatas...
Semoga bermanfaat...
sumber : https://plus.google.com/+NovitaAnggunH/posts/b9z9ewe5SmY


Belajar dari Pensil (5 Prinsip Agar Tenang Menjalani Hidup)

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, "Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai."
"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
"Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu
Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."
"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya.
Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik.
Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.
Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.
Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan.
sumber :line@KeepSmileIndoo

Ciri Khas Pencinta Dunia

Ciri khas pecinta dunia yang paling sederhana ada dua, Yaitu :
1. senang dipuji 

2. takut dicaci. 

Apa pun yang kita lakukan, tanya pada hati kita , apakah yang kita kerjakan karena hanya ingin dipuji orang dan takut dicaci , atau benar-benar Lillahi Ta`ala ?

Semakin kita berkeinginan untuk dipuji orang, semakin cinta dunia, akan semakin bertambah bahaya diri ini. Karena yang membuat rontoknya akhlak dan amal seseorang adalah mempunyai keinginan dipuji orang, ingin terlihat baik dimata orang, segala hal dibeda-bedakan, semata-mata karena ingin dilihat orang , sungguh ini musibah untuk diri sendiri.

Pujian manusia tidak ada artinya sama sekali, yang berarti hanyalah ridho dari Allah Ta'ala semata.

Tidak usah takut dihina orang kalau kita melakukan hal yang benar, tidak masalah orang menghina, mencaci, atau pun memaki , tidak apa-apa sama sekali , hanya gemuruh dalam dada saja yang terjadi dan tidak akan mengurangi pahala kita justru menambah pundi pahala bila kita ikhlas dan mendoakan orang yang mencaci kita.

Kita sakit hati bukan karena dihina atau dicaci orang, tapi kita sakit hati karena ingin dihargai orang, barang siapa yang lepas hatinya dari rasa takut terhadap manusia dan dia berbuat benar di jalan Allah , lurus dan bersih , In syaa Allah akan sampai ke Allah. Dan Allah tinggikan derajatnya dimata Allah dan manusia tanpa diminta.

Tanyakan kembali pada hati sendiri, semakin sering kita bertanya ke lubuk hati , semakin nyaring suaranya , dan semakin berpengaruh pada sikap kita. Apakah semua yang kita lakukan karena mengharap rdiho-Nya, atau pujian dari orang lain ??? 
smile emotikon
 
Sumber: line@motivasi doa
https://www.facebook.com/catatandeha/

Jangan Biarkan Ucapan Orang Lain Meruntuhkan Dirimu

KITA TIDAK BISA MENYURUH DUNIA DIAM

Dalam kehidupan social, kita akan bertemu banyak orang. Mereka dengan bebas berkata, yang mungkin saja merendahkan kita, menyepelekan kita, baik dengan kata-kata langsung, maupun secara tersirat. Baik hanya sekedar memberikan penilaian dan memberi masukan. Tidak menutup kemungkinan, mungkin saja ada orang yang sengaja ingin menghancurkan motivasi Anda.
Tidak nyaman didengar? Memang. Saya merasakannya juga. Tapi sayangnya, kita tidak bisa menyuruh dunia diam. Kita tidak bisa menyuruh semua manusia yang kita temui hanya mengatakan hal-hal yang positif saja. Kita tidak bisa membungkam semua orang agar tidak menghina, mencaci, dan merendahkan kita.
Bahkan, saat Anda pun berbuat baik kepada orang lain, tidak dijamin sikap mereka akan baik juga kepada Anda. Kita semua mengetahui bagaimana tingginya akhlaq Rasulullah SAW, namun tetap saja ada yang membenci, mengolok-olok, memfitnah, bahkan ingin mencelakakan beliau.
Jadi, tidak usah berkecil hati, saat Anda masih mendengar kata-kata negatif dari orang lain terhadap diri Anda.

Kuncinya Adalah Bagaimana Anda Menyikapinya

Mengubah dunia itu tidak mungkin. Tapi mengubah diri sendiri sangat mungkin. Anda tidak perlu berkecil hati, motivasi diri menjadi ciut, atau kepercayaan diri menjadi turun. Tidak, tidak perlu seperti itu. Sikapi semua dengan positif.
Yang perlu Anda ketahui adalah Anda bisa mengendalikan perasaan Anda. Anda juga bisa membentuk melatih sikap terhadap berbagai perkataan menyakitkan itu. Tidak mudah memang, dibutuhkan latihan dan peningkatan secara bertahap.
Salah satu cara agar emosi tidak terpancing adalah tidak reaktif. Jangan langsung bereaksi saat Anda mendengar kata-kata menyakitkan, termasuk membaca status atau komentar di social media. Biarkan sejenak, jika perlu sampai sehari sampai Anda bisa menanggapinya dengan kepala yang dingin.
Bahkan sering kali, jika ada kata-kata menyakitkan, lebih baik diabaikan saja. Tidak perlu membela diri, tidak perlu membalas. Jika itu sebuah fitnah, cukup menjelaskan saja kebenarannya. Kalau pun harus berurusan menuntut secara hukum karena merugikan, tetap lakukan dengan kepala dingin.

Emosi Negatif Merugikan Diri Sendiri

Jika kita biarkan diri kita emosi, kemudian kita pupuk emosi itu dengan pertengkaran, perdebatan tidak kunjung selesai, saling sindir, atau malah memikirkannya, maka akan semakin emosi negatif dalam diri Anda. Emosi negatif itu merugikan. Baik bagi kesehatan, motivasi, bahkan bagi bisnis.
Emosi negatif seperti kolesterol yang menyumbat darah. Emosi negatif bisa menyumbat energi yang pada ujungnya bisa menyumbat kesehatan dan rezeki Anda. Emosi negatif menjadikan kita lupa bersyukur, sebab pikiran akan mengikuti emosi yang isinya semua negatif.
Emosi negatif itu salah satunya marah. Tapi bukan marah saja, termasuk sakit hati, kecewa, dendam, sakit hati, dan sebagainya. Emosi negatif berawal dari perasaan, dan Anda bisa mengendalikan perasaan Anda. Kuncinya Anda yakin bahwa Anda bisa mengendalikan.
Emosi negatif jika dibiarkan akan menjadi luka emosi. Luka emosi akan menjadikan diri kita sangat rentan dan over protektif. Pada akhirnya akan merusak citra diri. Citra diri akan merusak percaya diri. Turunnya kepercayaan diri, akan menurunkan peluang untuk meraih sukses.
Katakan, “Saya bisa mengendalikan perasaan. Saya orang yang shabar. Orang shabar disayang Allah dan memiliki kekuatan yang besar.”
Ayo, katakan kalimat diatas berulang kali, sampai meresap ke dalam hati Anda.

Fokuslah Pada Diri Sendiri dan Orang-orang Yang Anda Sayangi


Anda adalah orang yang penting. Anda adalah orang yang berharga. Apalagi saat ada orang-orang yang bergantung pada diri Anda. Apalagi jika orang-orang disekitar Anda menyayangi Anda.
Sungguh rugi, jika pikiran kita hanya memikirkan kata-kata orang lain itu. Jauh lebih penting, waktu dan energi Anda digunakan untuk perbaikan diri sendiri dan untuk membahagiakan orang-orang yang Anda sayangi dan menyayangi Anda. Jauh lebih penting jika waktu dan energi Anda digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, untuk beribadah, berdakwah, dan berjihad dijalan Allah.
Sadarilah, Anda adalah sangat berharga. Berharga bagi diri Anda dan orang-orang tercinta. Jauh lebih berharga dari perkataan dan anggapan orang kepada Anda.

Maafkan Mereka dan Sayangi Mereka

“Bagaimana mungkin? Mereka menyakiti saya, kenapa harus memaafkan dan menyayangi mereka?”
Anda adalah orang yang beruntung. Anda adalah orang baik, orang yang mulia, orang yang berakhlaq mulia. Anda tidak suka menyakiti, tidak suka memaki, tidak suka merendahkan, Anda tidak memfitnah. Artinya Anda beruntung memiliki sikap mulia. Jangan kotori dengan membalas mereka. Jika Anda membalas, artinya Anda sama saja dengan mereka. Jangan rendahkan diri Anda.
Justru, jadilah orang yang lebih baik. Bukan dengan cara menyombongkan diri, justru dengan memiliki jiwa pemaaf dan pengasih. Maafkan mereka. Bukan untuk mereka, tapi untuk kebaikan diri Anda sendiri. Memaafkan sebenarnya untuk kepentingan diri sendiri.
Do’akan mereka, agar mereka menyadari kesalahan mereka. Mungkin mereka sedang dalam kondisi tidak baik. Mungkin mereka tidak bahagia. Semoga Allah segera memperbaiki kondisi mereka dan membahagiakan mereka sehingga tidak lagi bersikap negatif.

Mungkin Ini Cara Allah Untuk Memperbaiki dan Mendewasakan Anda

Terlepas apakah yang dikatakan orang tentang Anda itu benar atau tidak, tapi jika kita menyikapinya dengan positif, itu akan berakibat baik untuk kita. Mungkin, ini cara Allah untuk memperbaiki dan mendewasakan kita. Kita terlatih, lebih kalm, lebih tenang, saat menghadapi hal-hal yang menyakitkan.
Ketenangan akan mendatangkan hikmah. Jika kita sakit hati atau emosi, bisa saja kita lepas atau tidak berhasil menangkap makna dari apa yang terjadi. Ketenangan memberikan kesempatan kepada kita untuk berpikir lebih jernih, sehingga mampu menangkap makna dan hikmah yang besar dari setiap kejadian.

Saya Sadar Ini Sulit, Tapi In syaa Allah Bisa

Jika Anda pikir, bahwa untuk memiliki sikap ideal itu sulit, maka saya setuju dengan Anda. Saya sendiri mengalami kesulitan itu dan sampai saat ini belumlah sempurna. Tapi saya yakin, jika kita terus berusaha, semakin hari akan semakin baik.
Tidak apa-apa, jika saat mencoba Anda masih gagal. Yang penting jangan menyerah. Teruslah mencoba untuk selalu tenang dan menyikapi segala kata-kata menyakitkan. Kata pada diri Anda, kalau Anda bisa bershabar. Yakinlah, yakinlah. Tumbuhkan kesadaran kalau diri Anda jauh lebih penting dari sekedar cemoohan itu.
Saya menulis ini bukan berarti saya sudah menjadi orang yang bijak. Tidak. Tapi ini adalah hasil pengalaman saya belajar memperbaiki diri. Saya bagikan kepada Anda, agar kita bisa sama-sama belajar.
Semoga Allah menjadikan kita orang yang mulia dengan kesabarannya. Dan bagaimana pun kata-kata menyakitkan itu datang, tidak akan menghancurkan motivasi kita.

sumber :motivasi-islami.com