Catatan DeHa - Merubah diri dari lalai menjadi taat memang tidak mudah. Mengangkat kaki dari suatu kekeliruan yang sudah lama dilakukan, lalu memindahkannya keatas jalan yang benar dan baik, itu sulit. Seperti yang dikatakan Imam Ibnul Jauzi,Rabu, 31 Agustus 2016
Agar Diri Menjadi Lebih Baik
Catatan DeHa - Merubah diri dari lalai menjadi taat memang tidak mudah. Mengangkat kaki dari suatu kekeliruan yang sudah lama dilakukan, lalu memindahkannya keatas jalan yang benar dan baik, itu sulit. Seperti yang dikatakan Imam Ibnul Jauzi,Minggu, 27 Maret 2016
PERSIB akan melawan Bali United di Semifinal Piala Bhayangkara 2016
Bali United akan menjadi lawan Persib Bandung dalam babak semifinal Piala Bhayangkara, Rabu (30/3/2016) mendatang di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Bali United merangsek naik ke posisi runner up klasemen grup B setelah menandukkan PS Polri 1-0 di Stadion I Wayan Dipta, Minggu (27/3/2016) malam. Kemenangan Serdadu Tridatu ditentukan lewat tandukkan Yabes Roni di menit ke-23.
Usai menaklukkan PS Polri, anak-anak Pelatih Indra Sjafri itu mengantongi 6 poin dan hanya terpaut satu poin dari juara grup B, Arema Cronus.Menatap laga kedua tim pada babak knock-out nanti, Asisten Pelatih Persib Herrie Setyawan mengatakan bahwa sang pelatih kepala, Dejan Antonic tetap mempersiapkan timnya untuk mengalahkan Bali United. “Pokoknya Dejan tidak menganggap siapa lawan bagaimana mereka bermain yang jelas Dejan tetap terobsesi untuk mempersiapkan timnya, siapapun lawan kita di semi final, karena ini merupakan langkah yang penting kalau kita mau ke final,” kata Herrie melalui sambungan telepon, Minggu (27/3) malam.seperti dikutip tribunjabar
Kendati begitu, kata Herrie, laga kontra Bali United bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Pasalnya, Bali United mampu menahan imbang Persib 1-1 dalam turnamen Bali Island Cup (BIC) 2016, 21 Februari 2016 lalu. “Pasti bisa jadi modal bagi kita untuk pertandingan berikutnya, Bali United dan Persib sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan masing-masing, Insya Allah kalau kita kerja keras hasilnya bisa optimal,” kata Herrie. “Dejan memprediksi bahwa melawan Bali United akan seperti bagaimana, kita sering berjumpa dengan Bali United, coach tentunya sudah memiliki catatan,” ujarnya.
Sumber : Info Terkini Persib
BOBOTOH : Kultur yang tak pernah mati dari Generasi ke Generasi
Bobotoh: Kultur yang Tak Pernah Mati dari Generasi ke Generasi
M.Rezky Agustyananto
Bobotoh bukan kelompok suporter. Bobotoh adalah sebuah kultur, yang dilestarikan turun temurun dulu sampai sekarang. Dan mereka tak akan pernah mati, tulis ekkyrezky ...
Ada satu kebiasaan yang muncul ketika kakek saya beranjak semakin tua: bercerita.
Ceritanya tentu tak jauh dari pengalaman hidupnya terdahulu. Kakek saya dulunya adalah seorang wartawan, yang kelak juga menjadi ketua PWI dan Antara di Lampung. Agus S. Soelaeman, namanya. Tetapi, meski akhirnya mendapatkan jabatan besar itu di Lampung, di Bandung lah beliau meniti kariernya, di kota tempat beliau lahir dan tumbuh dewasa.
Banyak hal yang ia ceritakan, berulang-ulang, pada saya. Mulai dari alasannya menjadi wartawan hingga bagaimana ia harus bekerja keras menulis ulang berita pada 30 September 1965 karena kabar bohong yang disiarkan dari PKI. Di antara sekian banyak cerita yang ia kisahkan berulang-ulang, ada satu cerita yang menarik yang terus saya ingat, yaitu tentang bagaimana kencan pertamanya dengan nenek saya.
Bukan, bukan soal kisah cinta mereka yang membuat kisah ini menarik. Tapi pengalamannya ketika pertama kali mengantar nenek saya pulang, lalu diajak paman nenek saya menonton Persib Bandung bersama-sama karena rumah nenek saya memang hanya beberapa meter dari Stadion Siliwangi.
Saya sudah mendengar cerita ini berkali-kali, tapi kesan yang saya dapatkan tetap sama. Sungguh unik, dua orang yang berbeda usia cukup jauh dan baru bertemu pertama kali, bisa berjalan bersama ke stadion dan menonton tim sepakbola lokal bersama-sama.
Kejadian seperti ini mungkin sulit terjadi di Jakarta di era sekarang. Atau juga di kota-kota lainnya di Indonesia. Tapi hal ini mungkin terjadi di Bandung, kota dengan kultur suporter yang begitu kuat sejak dulu.
Kuatnya kultur suporter di Bandung (dan Jawa Barat pada umumnya) memang sudah terjadi sejak dulu. “Sejak Datuk (panggilan saya untuk kakek) kecil, orang Bandung pasti dukung Persib,” katanya. Tak peduli tua atau muda, semua orang pasti berbondong-bondong ke stadion ketika Persib bertanding.
Menariknya, sebetulnya fenomena dukungan yang masif dari warga Bandung ini bukan hanya untuk sepakbola semata. Ibu saya, yang juga lahir dan besar di Bandung, mengatakan kalau semua cabang olahraga yang diperkuat oleh orang Bandung pasti mendapatkan dukungan yang besar. Baik itu tinju maupun bulutangkis.
"Asal dari Bandung, apalagi juara, dukungan orang Bandung pasti kuat. Dari orang tua sampai anak-anak. Makanya (anak-anak) sampai tua pun tetep dukung," kisahnya pada saya.
"Asal dari Bandung, apalagi juara, dukungan orang Bandung pasti kuat. Dari orang tua sampai anak-anak"
Sebetulnya kultur mendukung Persib ini tidak hanya berkembang. Meski berkandang dan bernamakan kota Bandung, tetapi kultur mendukung Persib ini juga terjadi di Jawa Barat secara keseluruhan. Usep Romli, seorang sastrawan Sunda kelahiran Garut, pernah menuliskan pengalamannya mendukung Persib sejak remaja.
Tidak, beliau bukan warga Bandung. Beliau lahir dan besar di Garut, dan ketika remaja, dengan uang pas-pasan, beliau sebisa mungkin pergi ke Bandung untuk mendukung Persib langsung di stadion. Menumpang truk minyak kelapa pun dijalani, selain juga berusaha mencari uang saku dengan menjual kayu bakar atau telur ayam (tetangga). Bolos sekolah pun tak masalah. Pengorbanan yang “sepadan” untuk mendukung klub yang dicintai.
Bobotoh Memang Ada dari Dulu
“Bobotoh Persib telah ada sejak dulu. Paling tidak, saya mengalami sendiri akhir tahun 1959 hingga 1964,” tulis Usep Romli di artikelnya.
Kakek saya pun mengamini. “Sejak Datuk kecil, memang sebutannya sudah Bobotoh.” Tak ada yang tahu persis kapan istilah ini muncul. Mungkin karena memang ini Bahasa Sunda dari ‘pendukung’, sehingga istilah ini begitu saja digunakan oleh orang-orang Sunda untuk menyebut pendukung Persib.
"Banyak yang salah mengartikan Bobotoh sebagai nama kelompok pendukung Maung Bandung, padahal tidak demikian. Istilah ini adalah untuk semua pendukung Persib tanpa kecuali"
Banyak yang salah mengartikan Bobotoh sebagai nama kelompok pendukung Maung Bandung, padahal tidak demikian. Istilah ini adalah untuk semua pendukung Persib tanpa kecuali, baik yang tergabung di organisasi/kelompok pendukung khusus seperti Viking, Bomber, dll. maupun yang tidak. Kelompok-kelompok pendukung ini sendiri sebetulnya baru muncul di era 1990an, setelah Persib mengalami masa-masa emas dengan merebut dua gelar Perserikatan dalam empat tahun, yaitu tahun 1986 dan 1990.
Apa yang berbeda dengan bobotoh dulu dan bobotoh sekarang? Penyair Sunda Ami Raksanagara pernah menulis di Majalah Mangle edisi 2366 bahwa antusiasme bobotoh pada Persib tak pernah berkurang dari waktu ke waktu, dan hanya cara para bobotoh mengekspresikannya saja yang berbeda.
Hal menarik juga diceritakan oleh Usep Romli. “Seingat saya selama lima tahun menjadi penonton setia Persib, tak pernah ada keributan gara-gara ulah bobotoh,” katanya. “Para bobotoh era 1950-an dan 1960-an, tahu sekali, jika mereka berbuat neko-neko, justru akan membebani mental pemain. Akan mengganggu konsentrasi dan mutu permainan para kampiun bola Persib yang terkenal tenang, matang dan lincah.”
Lantas mengapa dalam perkembangannya sejak era Liga Indonesia, bobotoh mulai ikut terseret ke lembah persaingan yang tak jarang mengarah ke kekerasan fisik?
Dalam tulisan yang sama, Usep Romli menulis, bahwa mungkin saja “amuk-amukan” – meminjam istilah yang digunakan Usep – mulai sering terjadi adalah akibat ketidakpuasan bobotoh karena Persib tidak lagi menghargai bibit-bibit pemain lokal dan lebih memanjakan pemain asing.
Persib dulu memang sangat menghargai bakat-bakat lokal. Dari era Aang Witarsa di 1950an sampai Robby Darwis di tahun 1980-1990an, bakat lokal selalu jadi pilihan utama Persib. Barangkali fakta inilah yang membuat bobotoh memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Persib: karena Persib benar-benar mewakili orang Jawa Barat pada umumnya, dan orang Bandung pada khususnya. Seperti yang dikatakan oleh ibu saya, “Asal dari Bandung, apalagi juara, dukungan orang Bandung pasti kuat.”
Sekarang, prioritas itu bergeser pada pemain asing maupun pemain bintang lokal yang bukan orang Bandung atau Jawa Barat. Sementara pemain asli Persib sendiri sering kurang mendapatkan tempat. “Pemain jebolan Persib U-21 banyak yang ‘ditendang’ keluar, padahal punya kemampuan yg enggak kalah bagus buat jadi sekadar pemain pelapis,” aku Rizky Firmansyah, seorang bobotoh yang saya hubungi.
“Saya sering kepoin akun IG (Instagram) mantan Persib U-21, masih ada banyak bobotoh yang minta mereka buat balik ke Persib, kayak Erwin (Ramdani) yang pemain PS TNI itu.”
Meski hubungan emosi itu terganggu dengan minimnya prioritas yang diberikan Persib pada pemain-pemain aslinya sendiri, tidak berarti mereka berhenti mendukung Maung Bandung. Lihat saja, contohnya, betapa besarnya antusiasme bobotoh ketika Persib lolos ke final Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Piala Presiden 2015. Jauh-jauh ke Palembang pun mereka hadapi demi menonton Persib juara, dan bertandang ke Jakarta yang beresiko tinggi karena merupakan ‘kandang’ dari The Jakmania, rival mereka, juga tak menyurutkan antusiasme mereka. Stadion Jakabaring, venue final ISL 2014, dan GBK di final Piala Presiden 2015, benar-benar penuh dengan bobotoh.
Sumber :fourfourtwo.com
Sabtu, 26 Maret 2016
YANTO BASNA SUDAH TIDAK CANGGUNG
Pemain belakang, Rudolof Yanto Basna berharap kembali mendapat kepercayaan tampil membela PERSIB. Tampil dua kali penuh selama 90 menit pada dua laga Maung Bandung sebelumnya, membuat pemain asa Papua ini merasa semakin tumbuh kekompakan bersama pemain lainnya.
Basna pertama kali tampil saat menghadapi Pusamania Borneo FC, menempati posisi sebagai bek kanan tidak membuatnya canggung bekerjasama dengan pemain senior lainnya. Begitu juga saat menghadapi PS TNI untuk mengisi posisi stopper yang ditinggalkan Vladimir Vujovic.
"Saya senang kalau dipercaya kembali main, komunikasi dan kerja sama dengan pemain lainnya terus membaik. Mudah-mudahan ke depan semakin baik," kata Basna.
Pemain bernomor punggung 31 ini mengaku, pada laga pamungkas Grup A turnamen Piala Bhayangkara kontra Sriwijaya FC malam nanti, dia siap tampil maksimal. Keinginannya, membawa PERSIB menjadi juara grup dan saat semifinal menjadi tuan rumah.
"Siap menghadapi pertandingan. Mudah-mudahan lancar dan kita siap kerja keras untuk meraih kemenangan," ucapnya.
sumber : persib.co.id
Jumat, 25 Maret 2016
MANAJER TUNTUT PERSIB BANDUNG KALAHKAN SRIWIJAYA FC
Umuh Muchtar ingin Maung Bandung merengkuh tiga poin ketika menghadapi Sriwijaya FC pada laga terakhir Grup A.
Turnamen Piala Bhayangkara 2016 telah memastikan Persib Bandung dan Sriwijaya FC sebagai dua tim yang berhak lolos mewakili Grup A ke semi-final. Kedua tim pun bakal bentrok, Sabtu (26/3) esok.
Kendati partai tersebut tak menentukan status kedua sebagai semi-finalis, namun kemenangan bisa membuat salah satu dari mereka menjadi tuan rumah saat laga semi-final.
Manajer Persib, Umuh Muchtar menginginkan Maung Bandung tetap habis-habisan demi mengudeta posisi puncak agar bisa menjadi tuan rumah. "Ingin jadi tuan rumah di semi-final maka itu harus bisa full menang tiga poin, kita minta doa dari semua," katanya dikutip laman Simamaung .
Sriwijaya sendiri bisa dibilang sudah akrab dengan atmosfer Stadion Si Jalak Harupat dan bermain di hadapan Bobotoh. Tak lain karena banyak eks Persib yang kini jadi pemain pilar dari tim Laskar Wong Kito . Sebut saja Achmad Jufriyanto, Supardi, Ridwan hingga Firman Utina.
"Lihat saja nanti, kita fight saja kalau dengan Sriwijaya, walau hasil draw aman, kita enggak mau kehilangan muka dengan adanya empat pemain mantan Persib di sana," tegas Umuh soal hal tersebut.
Pahala Besar Meringankan Beban Orang Lain
Catatan DeHa,
SEBAGIAN dari kita banyak yang mencomooh orang-orang yang datang untuk memohon meringankan beban hidup mereka. Terutama jika orang tersebut memiliki status sosial yang tinggi atau memiliki harta berlimpah. Ia tidak tahu dan sadar orang yang membantu meringankan beban saudaranya selalu mendapat bantuan Allah.
Allah akan selalu menolong seseorang selama orang itu mau membantu saudaranya yang lain. Jika kita memenuhi kebutuhan saudara kita yang lain. Jika kita memenuhi kebutuhan saudara kita seperti mengajar, membimbing, memberi pinjaman uang atau menolongnya dalam kebaikan maka itu lebih utama dan baik di sisi Allah dari pada pahala I’tikaf selama sebulan penuh.
Abdullah bin Umar meriwayatkan, Nabi SAW bersabda, “Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah membahagiakan Muslim yang lain atau meringankan bencana yang menimpanya atau melunasi utangnya atau memberinya makan. Sungguh saya lebih suka berjalan dengan seorang Muslim dalam suatu kebutuhannya, daripada beri’tikaf di masjid selama sebulan. Barangsiapa yang dapat menahan amarahnya Allah akan menutup aibnya. Dan barangsiapa yang menahan amarahnya jika ia mau ia melakukannya, niscaya Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan pada hari kiamat. Barangsiapa yang berjalan bersama saudarany Muslim dalam satu kebutuhan hingga membuatnya kuat dan kokoh, Allah akan memantapkan kakinya pada hari di mana kaki tak dapat berpijak dengan kokoh. Dan akhlak yang jelek dapat merusak amalan seperti cuka merusak madu.” (HR. Thabrani)
Membantu meringankan kebutuhan saudara kita kadang tidak memakan waktu lebih dari setengah jam. Dengan begitu, pahala I’tikaf selama sebulan tercatat dalam catatan kebaikan kita. Subhanallah.[]
Sumber: Manajemen Umur Resep Sunnah Menambah Pahala dan Usia/Karya: Muhammad bin Ibrahim an-Nu’aim/Penerbit: Pustaka at-Tazkia
DEJAN: JANGANKAN BELENCOSO, RONALDO PUN BAKALAN HÉSÉ MAÉN DI INDONESIA !
Pada pertandingan melawan PS. TNI, Dejan tampak menurunkan Belencoso secara penuh. Ketika ditanya mengenai performa Belencoso, Dejan menilai Belencoso masih perlu beradaptasi dengan sepak bola Indonesia.
.
“Kita bisa melihat, dia (Belencoso) datang dari tim yang selalu juara. Ia mencetak gol di setiap pertandingan. Tetapi sepak bola Indonesia berat sekali, berbeda dengan sepak bola di Hongkong. Di Hongkong Kitchee FC bisa menang telak terus, tetapi di sini semua tim sama-sama kuat.”, ujarnya pada konferensi pers usai pertandingan dengan PS. TNI, Kamis 24/3 di Stadion Si Jalak Harupat.
.
Menurut pelatih berpaspor Serbia ini, Belencoso perlu mendapat kesempatan untuk beradaptasi agar dapat membantu tim. Dejan menilai, Cristian Ronaldo pun akan perlu waktu beradaptasi bila diajak bermain untuk Persib Bandung. “Kalau kamu bawa (Cristiano) Ronaldo ke sini pasti ada sedikit masalah”.
.
Dejan pun melanjutkan bila selalu akan ada proses adaptasi bagi siapa saja, Tetapi proses itu harus diikuti karena kalau tidak akan menyulitkan tim ke depannya. Dejan pun menaruhkan harapannya pada Belecoso dan percaya bahwa Belencoso bisa membantu Persib.
Sumber : info terkini persib
